Jenis kode QR dan perbedaan mendasarnya: konversi file atau URL ke kode QR

Untuk pengguna biasa, semua kode QR terlihat sama: kotak hitam dengan latar belakang putih dan diapit bingkai persegi. Struktur dua dimensi seperti itu mudah dibaca oleh kamera atau aplikasi tertentu pada perangkat seluler.

"Dunia batin" kode jauh lebih menarik: Anda dapat menambahkan teks, video, tautan, atau PDF ke kode QR, menerapkan penyandian tertentu, menyetel properti tambahan, dll. Semua kode QR bekerja dengan prinsip yang sama tetapi diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok.

Klasifikasi kode QR berdasarkan konten

Ada beberapa jenis kode tergantung pada konten yang ingin Anda enkripsi. Anda dapat menambahkan:

  • teks ke kode QR (deskripsi, posting, iklan, slogan, dan jenis teks lainnya dengan jumlah karakter terbatas);
  • URL ke kode QR (tautan biasa yang akan mengarahkan pengguna ke situs mana pun di Internet);
  • file audio ke kode QR (musik, buku, podcast, daftar putar, dan file lain dalam format yang didukung yang akan ditampilkan setelah pemindaian);
  • file video ke kode QR (menyiratkan pembuatan kode dengan video pendek atau panjang dalam format yang didukung dan dengan ukuran unggahan yang dapat diterima).
  • Kode PDF ke QR (manual, instruksi, buku, dan konten teks lainnya).

Ada sejumlah besar jenis kode QR yang bervariasi tergantung pada opsi pembuat kode QR. Di antara opsi populer lainnya adalah kode dengan kartu nama elektronik, data untuk koneksi otomatis ke Wi-Fi, aplikasi di App Store atau Play Market, dll. Sehingga Anda dapat mengubah hampir semua file atau URL menjadi kode QR.

Classification of QR codes

Klasifikasi kode QR berdasarkan opsi untuk melakukan perubahan

Ada 2 jenis kode QR dalam klasifikasi ini: statis dan dinamis. Sebagian besar layanan memberi pengguna kemungkinan untuk membuat kode statis secara gratis dan opsi untuk menghasilkan kode dinamis saat membeli langganan. Pada saat yang sama, kode QR tipe dinamis sangat menarik bagi pengguna.

Kode QR statis adalah kode paling sederhana yang dapat dibuat secara gratis di layanan modern apa pun. Secara visual, ini tidak berbeda dengan kode dinamis, tetapi fungsinya sangat terbatas. Kontennya tidak dapat diedit, tetapi kodenya cocok untuk sebagian besar tugas pribadi dan bisnis.

Kode QR dinamis adalah kode yang paling fungsional, yang sangat diminati oleh pengguna. Setelah Anda membuat kode seperti itu, Anda dapat mengeditnya di masa mendatang: mengubah judul, konten, desain, dan fitur lainnya.

Popular types of QR codes

Pengkodean kode QR

Ada beberapa cara untuk menyandikan informasi ke dalam kode QR. Sampai saat ini, 4 penyandian yang diterima secara umum digunakan:

  • digital (jika Anda hanya perlu menyandikan angka dari 0 hingga 9);
  • alfanumerik (jika Anda perlu menggunakan angka, huruf Latin, simbol);
  • byte (cocok untuk karakter apa pun);
  • berdasarkan hieroglif (untuk mengenkripsi tulisan Cina dan Jepang).

Pendekatan ini memungkinkan pengguna X membuat kode QR yang akan mengirimkan data apa pun, dan pengguna Y dapat dengan cepat menerima informasi ini dengan memindai kode secara instan melalui perangkat seluler.

Kode batang vs kode QR

Beberapa pengguna menggunakan istilah "kode batang" saat mengonversi file atau tautan ke kode QR. Namun, Anda harus membedakan kode QR dari kode batang. Mereka berbeda dalam banyak faktor mulai dari visual hingga teknis.

Kode batang memiliki struktur linier, dan kode QR memiliki struktur dua dimensi. Barcode hanya dapat menyimpan dan mengirimkan data tentang suatu produk (artikel, harga, dll.), dan konten apa pun dapat dienkripsi dalam kode QR, termasuk tautan, video, audio, gambar, teks, dll.

Tidak masalah bagi pengguna jenis pengkodean apa yang akan digunakan oleh generator QR. Mereka perlu memiliki kemungkinan untuk membuat kode QR dengan konten apa pun yang dapat disesuaikan dengan cepat dan mudah diedit sesuai kebutuhan. Untuk melakukan ini, gunakan generator fungsional GET-QR kami!